Women in Leadership Roles

Ditulis oleh Nanda Mulia (Anggota Departemen Pendidikan dan Penilitian Kohati Periode 1445-1446 H/ 2023-2024 M)

 

Problematika yang dihadapi oleh perempuan memiliki kisah perjalanan yang panjang di mana berbagai stigma sosial yang menyatakan bahwa perempuan selalu berada di bawah posisi laki-laki. Tidak sedikit perempuan dianggap memiliki peran penting hanya sebagai ibu rumah tangga dan mengurus anak. Seiring perkembangan zaman, perempuan saat ini banyak yang memilih untuk melakukan dua peran yakni bekerja dan mengurus keluarga. Namun hal tersebut terhalang dengan masih kuatnya ketidaksetaraan gender antara laki- laki dan perempuan.

Gerakan perjuangan perempuan dalam kesetaraan gender diawali oleh R.A Kartini. R.A. Kartini dalam bukunya “Habis Gelap Terbitlah Terang” merupakan salah satu bentuk dari sekian banyak tokoh penggerak emansipasi perempuan di mana beliau memperjuangkan nasib perempuan agar setara dengan laki-laki. Cita-cita R.A. Kartini agar perempuan memiliki pendidikan dan memiliki wawasan yang luas.

Masalah keseteraan gender juga penting dalam demokrasi dan kepemimpinan. kepemimpinan diartikan sebagai suatu proses yang memiliki pengaruh atau memberi contoh upaya dari pemimpin kepada pengikutnya untuk tujuan organisasi.

Terdapat perbedaan gaya kepemimpinan berdasarkan jenis kelamin yaitu maskulin dan feminism yakni ketika perempuan memiliki kepemimpinan yang feminism dan laki-laki cenderung maskulin. Gaya kepemimpinan perempuan lebih demokratik dibandingkan laki-laki dalam lingkungan organisasi yang sama.

Gaya kepemimpinan perempuan biasanya hadir dari pengalaman mereka sendiri yang pada umumnya mendorong semua pihak untuk berpartisipasi dan menjadi bagian dari sebuah kelompok di dalam organisasinya, maka gaya kepemimpinan tersebut dapat disebut dengan Interactive leadership. Gaya kepemimpinan ini menggambarkan sebagai suatu cara untuk mengembangkan rasa berharga pada diri seseorang dan untuk memacu bawahan, yang pada dasarnya percaya bahwa seseorang akan memberikan yang terbaik ketika mereka merasa baik terhadap diri mereka sendiri dan pekerjaannya. Keunggulannya, membuat seseorang dapat dengan mudah mengekspresikan gagasan dan saran, meningkatkan dukungan terhadap keputusan yang diambil dan mengurangi risiko ide tersebut diremehkan dan mendapatkan tantangan, serta cara tersebut dapat dengan mudah mencari pengganti jika individu yang berhalangan karena banyakya informasi yang diterima oleh tim dan menjadi familier oleh proyek tersebut.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top