STUNTING MENJADI PERMASALAHAN KESEHATAN DUNIA

Stunting menjadi salah satu isu yang menjadi permasalahan global yang sangat serius. Saat ini, terdapat 160juta anak-anak yang terkena stunting di seluruh dunia. Selanjutnya menurut WHO (2020) stunting adalah pendek atau sangat pendek berdasarkan panjang / tinggi badan menurut usia yang kurang dari -2 standar deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO yang terjadi dikarenakan kondisi irreversibel akibat asupan nutrisi yang tidak adekuat dan/atau infeksi berulang / kronis yang terjadi dalam 1000 HPK. Indonesia sendiri sebagai salah negara berkembang memiliki tingkat ekonomi dan pendidikan yang belum stabil sehingga kemiskinan masih banyak terdapat di masyarakat serta masih banyak orang yang tidak punya pengetahuan tentang pentingnya asupan gizi yang bermutu bagi keluarganya. Sebenarnya stunting ini merupakan efek yang terjadi karena pengelolaan di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan tidak berjalan seperti yang diharapkan. Salah satu bentuk ketidakberpihakan dari pemerintah kepada masyarakat  yaitu tinggi harga bahan baku yang tersedia pasar, padahakl ketika ditinjau ulang kita memiliki sumber pangan yang melimpah, tetapi bentuk pendistribusiannya tidak dikelola dengan baik. Sehingga berperan penting pada asupan gizi yang penting bagi masyarakat tidal dapat dibeli oleh tingkat menengah kebawah

Stunting tidak cuma berdampak pada pertumbuhan tinggi badan anak saja. Tetapi, Anak yang mengalami stunting juga akan mengalami gangguan pada perkembangan otak dan sistem kekebalan. Dampak lebih lanjut anak akan mengalami gangguan kecerdasan, rentan dari penyakit, dan nantinya berisiko terhadap tingkat produktivitas. Pencegahan stunting harus dilakukan sejak masa kehamilan hingga anak-anak. Pemberian gizi yang mencukupi harus di jaga sehingga dapat mencegah tingkat peningkatan stunting pada anak anak. Pemerintah sudah memiliki beragam program yang bertujuan untuk menurunkan jumlah stunting pada anak-anak, tetapi masih ada yang belum tepat sasaran.

PERAN HMI

HMI sebagai organisasi perjuangan harus mengacu pada mission dan ad/art dalam menuju masyarakat adil dan makmur. HMI harus dapat mengambil sikap dalam membantu pemerintahan dalam mewujudkan masyarakat adil makmur sehingga tidak hanya menjadi sebuah etopia semata saja. Sebagai anggota HMI kita harus selalu terlibat dengan segala bentuk program kerja pemerintah karena bentuk dasar dari suatu perjuangan tidak boleh di sentralisasi pada pemeritah. Tetapi, bentuk sentralisasi perjuangan harus didasari oleh masyarakat itu sendiri sehingga dapat diciptakannya negara yang ideal.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top