Psikologi Feminis untuk Meretas Patriarki

Ditulis oleh Ailsa Nahdah (Sekretaris Bidang Eksternal Kohati Periode 1445-1446H/2023-2024 M

 

Topik mengenai feminisme atau feminis kerap kali hangat dibicarakan. Tentu saja bahasan mengenai feminisme ini tidak terlewat dalam bahasan psikologi. Psikologi feminis adalah pendekatan dalam psikologi yang menyoroti peran gender dan kekuasaan dalam membentuk pengalaman individu. Tujuan utamanya adalah untuk memahami dan mengatasi ketidaksetaraan gender serta sistem patriarki yang mendominasi masyarakat. Mirisnya ketika menyadari bahwa ada banyak nilai-nilai patriarki yang telah tertanam sejak dulu kala hingga sekarang ini, namun sayangnya nilai-nilai patriarki tersebut seolah dianggap lazim dan terus dilanggengkan hingga saat ini.
Tanpa disadari nilai-nilai patriarki telah terinternalisasi dalam diri perempuan sebagai bagian dari dirinya tanpa pernah punya kesempatan untuk memilih atau berpikir dua kali sebelum mengambil keputusan dalam hidup. Hal yang mungkin terlihat “normal”, nyatanya mungkin saja terbentuk dari pola pikir patriarki yang telah berlangsung di seluruh dunia sejak berabad-abad lalu.
Berikut adalah beberapa konsep dan praktik dalam psikologi feminis yang digunakan untuk meretas patriarki:
1. Kritis terhadap budaya dan struktur dominan
2. Pengalaman subyektif perempuan
3. Analisis kekuasaan dan konteks sosial
4. Menggunakan pendekatan terapeutik yang berorientasi pada pembebasan
5. Mendorong perubahan sosial
6. Kolaborasi dan solidaritas
Oleh karena itu, diharapkan dengan mengintegrasikan dan menerapkaan prinsip-prinsip ini, psikologis feminis berkontribusi pada upayaa untuk meretas patriarki dan membangun masyarakat yang lebih inklusif dan adil bagi semua individu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top