Pemicu Neoliberalisme dalam lingkup Kampus dan Mahasiswa

Globalisasi dapat diartikan sebagai percampuran budaya akibat adanya interaksi yang terjadi antara negara di dunia yang berdampak pada segala aspek. Globalisasi ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar. Ada beberapa ciri-ciri globalisasi, yang pertama adanya perluasan aktivitas sosial, politik, ekonomi disuatu wilayah di dunia. Yang Kedua Terjadinya intensifikasi atau peningkatan dan keterhubungan aliran perdagangan, investasi, keuangan , serta migrasi dan pertukaran budaya. Yang ketiga terjadinya percepatan interaksi dan komunikasi secara mendunia dengan terciptanya sistem transportasi yang maju, sehingga mempercepat pertukaran serta difusi ide, barang-barang, informasi, modal dan juga masyarakat. Dan yang keempat. Terjadinya peningkatan intensitas dan kecepatan interaksi global yang mengakibatkan peristiwa lokal di wilayah yang berjauhan dapat menjadi suatu yang berdampak global, yang berarti masalah domestik dan masalah global menjadi semakin berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Dampak dari globalisasi secara tidak langsung memunculkan neoliberalisme dalam hal pengelolaan kerja. Kalangan kapitalis berkedok globalisasi biasanya menyembunyikan rencana permasalahan fundamental sosial neoliberal yang bertujuan mencapai keuntungan optimal dengan metode yang terkesan demokratis, gotong royong serta terbuka.
Restrukturisasi neoliberalisme telah mempengaruhi cara pengelolaan bekerja. Begitu pula pengaruhnya terhadap institusi pendidikan yang semakin diarahkan pada kepentingan pasar untuk memastikan serapan tenaga kerja di kalangan pelajar dalam iklim pasar pekerja yang semakin gamang. Indonesia sebagai negara dengan penduduk terpadat di asia tenggara, di mana separuh dari penduduk berusia di bawah 20 tahun yang secara spesifik berfokuskan pada hubungan antara pendidikan tinggi dan pasar pekerja.
Hal tersebut mengindikasikan bahwa peran mahasiswa sebagai tulang punggung bangsa dan Negara. Salah satu program yang ditujukan untuk mahasiswa di Indonesia yaitu program magang, program tersebut merupakan program yang dirancang untuk menghadapi pasar tenaga kerja yang tidak stabil. Namun, mahasiswa yang berpartisipasi dalam program magang rentan mengalami eksploitasi, banyak yang bekerja melebihi kapasitas dan mengalami ketidakpastian terhadap serapan tenaga kerja di masa depan. Terlebih, krisis pandemi COVID-19 telah mengamplifikasi dan menormalisasi praktik tersebut diikuti dengan berkurangnya kekuatan ekonomi negara untuk menyediakan lapangan pekerjaan.
Studi yang dilakukan untuk mendeskripsikan normalisasi terhadap eksploitasi yang dialami tenaga magang khususnya di agensi periklanan di kawasan Jakarta dikondisikan oleh pembentukan subjektivitas individu tenaga magang dalam iklim kapitalisme neoliberal dalam Selama menjalani program magang, pelajar menjustifikasi eksploitasi yang mereka terima untuk meningkatkan kualifikasi mereka sebagai investasi masa depan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top