
Makassar, 23 September 2025 – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat KedokteranGigi Universitas Hasanuddin (UH) sukses menggelar agenda rutin mingguan mereka, Gema Qur’ani, yang kali ini berfokus pada pembahasan mendalam mengenai konsep kekuasaan dan tanggung jawab kepemimpinan dalam perspektif Al-Qur’an.
Acara yang dilaksanakan di Sekretariat HMI Komisariat KG UH ini menjadi wadah diskusi interaktif yang melibatkan puluhan kader dan mahasiswa. Gema Qur’ani edisi kali ini menghadirkan narasumber Muhammad Pabri, S.P., yang membawakan materi utama dari Surah Al-An’am Ayat 165.
QS. Al-An’am [6]: 165: Pondasi Khilafah dan Ujian Derajat
Muhammad Pabri, S.P., membuka diskusi dengan menelaah ayat tersebut secara komprehensif. Ayat tersebut berbunyi:
“Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Pabri menekankan dua poin utama yang sangat relevan bagi kader HMI sebagai agen perubahan:
- Konsep Khala’if al-Ardh (Penguasa/Kekhalifahan di Bumi): Pabri menjelaskan bahwa setiap manusia, khususnya pemuda yang berpendidikan, mengemban mandat sebagai Mandat ini bukan sekadar kekuasaan, melainkan tanggung jawab moral dan sosial untuk mengelola bumi dan masyarakat secara adil dan beradab.
- Ujian Derajat dan Karunia: Narasumber menyoroti frasa “Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu.” Hal ini menjadi pengingat bagi kader HMI bahwa perbedaan jabatan, kekayaan, maupun kecerdasan adalah bentuk ujian dari Allah SWT. Ujian ini menuntut pertanggungjawaban dalam menggunakan derajat dan karunia tersebut untuk kemaslahatan umat, bukan untuk kesombongan atau penindasan.
Relevansi bagi Kader HMI
Dalam sesi tanya jawab, para peserta aktif menghubungkan tafsir ayat tersebut dengan realitas kehidupan mahasiswa dan organisasi. Diskusi mengerucut pada pentingnya integritas dan kepemimpinan yang beretika.
“Ayat ini mengingatkan kita bahwa ketika kita memegang amanah, baik sebagai ketua panitia, pengurus komisariat, atau bahkan kelak menjadi pemimpin di masyarakat, semua itu adalah ujian. Kita diuji bagaimana kita menggunakan ‘kelebihan’ yang kita miliki untuk membantu yang lain, bukan malah menindas atau memanfaatkan posisi,” ujar salah satu peserta.
Ketua Umum HMI Komisariat KG UH, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Gema Qur’ani secara konsisten. “Gema Qur’ani adalah jantung intelektual dan spiritual komisariat. Pembahasan seperti malam ini menguatkan fondasi keislaman dan keindonesiaan kita, agar kader tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kokoh dalam memahami peran kita sebagai khala’if di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan Gema Qur’ani diakhiri dengan doa bersama dan komitmen untuk terus mendalami Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam setiap gerak langkah pengabdian.