Perempuan: Agama, Stigma, dan Cita-cita

ditulis oleh Putri Dzalsabila Usemahu (Bendahara Umum Kohati Kom KG UH Periode 1447-1448 H/ 2024-2025 M)

Perempuan sering kali berada di persimpangan antara keyakinan, budaya, dan harapan. Di satu sisi, agama memberikan nilai-nilai luhur tentang kemanusiaan dan keadilan. Namun di sisi lain, tafsir yang sempit dan tradisi patriarki kerap membatasi ruang perempuan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.

perempuan dalam menghadapi stigma sosial dan agama yang sering menempatkan mereka sebagai “makhluk kedua”. Ia menyoroti bagaimana perempuan berjuang menemukan identitas dan cita-citanya, tanpa harus meninggalkan keyakinan atau nilai-nilai moral yang diyakini.

Dalam realitas sehari-hari, perempuan masih kerap dihadapkan pada tuntutan ganda: menjadi solehah sekaligus berdaya, tunduk sekaligus tangguh. Banyak yang terjebak di antara ekspektasi keluarga, komunitas, dan diri sendiri.menjadi perempuan bukanlah tentang memilih antara agama atau kebebasan, melainkan menemukan keseimbangan di antara keduanya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top