Makassar, 10 Februari 2026 – Bidang Internal Kohati Komisariat Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja bertajuk “Kelas Keperempuanan”, dengan mengusung tema “Kohati Responsif dan Solutif: Membangun Analisis Isu Keperempuanan untuk Aksi Nyata”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang isu-isu keperempuanan yang dikaji dari perspektif Islam, menjadi wadah diskusi interaktif dan mempererat silaturahmi anggota Kohati Kom. KG UH dan anggota Kohati sejajaran Makassar Timur.

Pemahaman mengenai realitas isu keperempuanan merupakan proses pengkajian terhadap persoalan gender dengan pendekatan yang adil dan berimbang. Melalui pengkajian tersebut, diharapkan perempuan dapat menjadi lebih kritis, reflektif, dan berdaya dalam menyikapi realitas sosial. Peningkatan pemahaman keperempuanan melalui kajian perspektif Islam menjadi suatu proses pembelajaran yang bertujuan meningkatkan wawasan, kesadaran gender, serta kapasitas intelektual perempuan.
Pada kegiatan ini, kami menghadirkan sejumlah pemateri untuk membahas isu-isu keperempuanan dari berbagai perspektif. Kegiatan diawali dengan rangkaian pembukaan, dilanjutkan dengan pre-test sebagai pengukuran awal pemahaman peserta. Selanjutnya, peserta mengikuti pemaparan materi secara bertahap yang membahas perempuan dalam perspektif biologis dan sosial budaya, trauma healing akibat kekerasan terhadap perempuan, kesetaraan gender di ruang publik, serta perempuan dalam perspektif media, seksualitas, dan negara. Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan materi hijab sebagai media perlawanan kekerasan dalam hubungan, perempuan dalam pandangan ideologis, serta hakikat penciptaan perempuan dan identitas gender. Untuk memperdalam pemahaman, kegiatan juga dilengkapi dengan Focus Group Discussion (FGD) sebagai ruang diskusi interaktif antar peserta. Di akhir rangkaian kegiatan, dilaksanakan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, sekaligus pengumuman kelompok dan peserta terbaik, sebelum akhirnya ditutup secara resmi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat menambah wawasan, memperkuat gagasan, mempertajam sudut pandang terhadap isu-isu keperempuanan dan persoalan gender, sekaligus menjadi awal pemikiran yang kritis sekaligus solutif dalam upaya membangun masyarakat madani.


