Potensi yang Perlu Direbut Perempuan di Era Digital

ditulis oleh A. Dian Alfirah selaku Ketua Bidang Eksternal Kohati Komisariat Kedokteran Gigi Unhas periode 1446-1447 H

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, perempuan Indonesia kini menghadapi peluang besar sekaligus tantangan nyata di ruang digital. Menteri Komunikasi dan Informatika mengungkapkan bahwa perempuan hampir mencapai separuh dari total pengguna internet di Indonesia. Akan tetapi di sisi lain, keterlibatan perempuan dalam sektor teknologi masih sangat minim, hanya sekitar 27% saja yang bekerja di bidang teknologi, jauh di bawah rata-rata global.

Angka ini seharusnya menjadi refleksi penting bagi kita semua. Internet dan teknologi bukan sekadar alat komunikasi, mereka adalah jalur utama menuju akses pendidikan, peluang kerja, kreativitas, dan pengaruh sosial. Ketika perempuan tidak sepenuhnya ikut serta dalam ranah ini, kita sebenarnya sedang kehilangan setengah potensi bangsa. Ruang digital seharusnya menjadi arena yang inklusif, tetapi kenyataannya masih banyak hambatan yang membuat perempuan enggan atau sulit masuk dan bertahan di dalamnya.

Hambatan tersebut bisa bersifat struktural maupun kultural. Mulai dari stereotip gender yang mengekang pilihan karir perempuan, kurangnya akses pendidikan teknologi sejak dini, hingga kekurangan dukungan dalam membangun keterampilan digital yang nyata. Padahal, keterampilan digital kini sudah menjadi modal dasar bagi siapa pun yang ingin berdaya secara ekonomi di abad ini.

Oleh karena itu, dorongan pemerintah untuk meningkatkan literasi digital dan keterampilan teknologi bagi perempuan merupakan langkah yang penting. Walaupun begitu, upaya ini perlu didukung oleh banyak pihak dari pendidikan, sektor swasta, hingga masyarakat luas. Pendidikan teknologi harus dimulai sejak sekolah, peluang beasiswa dan pelatihan harus diperluas, serta ruang aman di dunia digital harus diperkuat agar perempuan merasa nyaman berekspresi dan berkarya tanpa takut mendapat kekerasan atau diskriminasi.

Perempuan Indonesia memiliki potensi besar dalam dunia digital. Meski demikian, potensi itu hanya akan menjadi kenyataan bila kita berani menantang batasan sosial dan membuka akses yang adil. Ruang digital bukan milik satu golongan, ini milik kita semua. Saat perempuan benar-benar diberdayakan di dunia teknologi, Indonesia akan bergerak lebih cepat menuju masyarakat yang adil, produktif, dan berdaya saing tinggi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top