Kejelasan Seragam Pegawai MBG dan Dampaknya bagi Publik

ditulis oleh Ayu Wulandari (Ketua Bidang Internal Korps HMI-Wati Periode 1997-1998 H)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Namun, dalam pelaksanaannya muncul perhatian publik terkait penggunaan seragam pegawai MBG yang dinilai menyerupai pakaian tenaga kesehatan (nakes). Kesamaan atribut ini menimbulkan pertanyaan mengenai kejelasan identitas dan pembagian peran di lapangan.

Di masyarakat, seragam tenaga kesehatan telah lama menjadi simbol profesi medis dengan kompetensi dan tanggung jawab tertentu. Ketika pegawai MBG mengenakan pakaian yang serupa, tidak sedikit warga yang mengalami kebingungan dalam membedakan peran antara petugas program gizi dan tenaga kesehatan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, terutama dalam situasi yang berkaitan dengan layanan atau informasi kesehatan.

Selain itu, kemiripan seragam dapat berdampak pada persepsi publik terhadap profesi tenaga kesehatan. Apabila terjadi kendala dalam pelaksanaan program MBG, seperti masalah distribusi atau kualitas makanan, masyarakat berpotensi mengaitkannya dengan tenaga kesehatan, meskipun mereka tidak terlibat secara langsung. Hal ini menunjukkan pentingnya pemisahan identitas visual antarprofesi dalam program publik.

Oleh karena itu, penataan identitas visual pegawai MBG menjadi hal yang perlu diperhatikan. Seragam yang jelas, berbeda, dan mudah dikenali dapat membantu masyarakat memahami peran masing-masing petugas serta mencegah kesalahpahaman. Kejelasan atribut kerja juga berkontribusi pada profesionalisme dan efektivitas pelaksanaan program di lapangan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top